Sejarah ATL Kalsel
Perjalanan panjang pelestarian tradisi lisan di Kalimantan Selatan, dari inisiasi komunitas hingga lembaga resmi yang diakui secara nasional.
Sejak 2010
Menjaga suara-suara dari masa lalu, membangun pondasi masa depan budaya.
2010 — Awal Mula
Sekelompok akademisi dan budayawan di Universitas Lambung Mangkurat memulai diskusi intensif tentang perlunya wadah formal pelestarian tradisi lisan Banjar yang kian tergerus modernisasi. Diskusi ini menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas peduli tradisi lisan.
2015 — Pendeklarasian
ATL Kalimantan Selatan secara resmi dideklarasikan sebagai cabang provinsi dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat. Musyawarah perdana dihadiri oleh perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, menandai konsolidasi para pegiat tradisi lisan di tingkat provinsi.
2020 — Transformasi Digital
Dimulainya proyek digitalisasi arsip tradisi lisan dengan dukungan pendanaan dari Kemendikbudristek. Ratusan rekaman audio, video, dan transkrip cerita rakyat berhasil didokumentasikan dan diunggah ke database digital yang bisa diakses publik.
2026 — Era Baru
Kepengurusan baru periode 2026-2030 dilantik di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Rusma Noortyani, S.Pd., M.Pd., dengan visi memperkuat kolaborasi lintas universitas dan memanfaatkan teknologi untuk revitalisasi tradisi lisan Banua.